Di tengah gempuran globalisasi bentuk informasi yang datang di setiap detik, satu pertanyaan mengganjal dalam ranah Pusdiklatcab Kendalisada Kwarcab Banyumas : seperti apa sebenarnya sosok pewarta tunas satria kendalisada yang mereka butuhkan? Jawabannya bukan wartawan yang cuma modal kamera, motret seremoni, lalu pulang tanpa membawa cerita.Training of treiner bagi Pelatih Pusdiklatcab Kendalisada mencari pewarta yang cekatan membaca situasi, piawai mengolah data jadi tulisan yang enak dibaca, sekaligus paham kapan sebuah momen layak diangkat jadi berita besar.
Sosialisasi ayo pramuka salah satu Urgensinya bukan basa-basi. Banjir informasi di era digital bikin publik makin susah membedakan kabar penting dari laporan seremonial yang lewat begitu saja di linimasa. Kalau Pelatih Pramuka telat beradaptasi, pesan-pesan penting soal kepanduan gampang tenggelam di antara ribuan konten lain. Ujung-ujungnya, masyarakat kehilangan akses ke informasi yang sebetulnya berguna buat mereka, mulai dari kegiatan positif anggota Pramuka sampai program yang sebenarnya bisa mereka ikuti.
Kegelisahan itulah yang mendorong Pusdiklatcab Kendalisa menggelar Training of Trainer pada tanggal 31 Juli hingga Agustus 2026 di Kebun raya baturaden. Pesertanya bukan sembarang orang. Mereka adalah para Pelatih Pembina anggota dewasa yang sehari-hari bergelut didunia pendidikan dari tingkat Kwartir Cabang Banyumas dengan menghadirkan langsung narasumber Kak Dr Rachmansyah, M.Si waka binawasa Kwartir Nasional, kak Efi Miftah Faridi M.Pd, Pakar dan Dosen UMP bidang SPI kak Nuzul Wahyudi S.Kom Andalan Cabang dan Kak Yosep Kurniawan, M.Pd Bina satuan Kwarcab Banyumas
