Jumat, 23 Januari 2026

 


Barang siapa berkhidmah dengan sepenuh hati, maka ia akan dibalas dengan kemuliaan yang setimpal.


Ungkapan Salah satu Ulama “Barangsiapa berkhidmah dengan baik maka ia akan dibalas dengan pelayanan yang terbaik — من حسنت خدمته عظمت كرامته.”


**Kemuliaan di Balik Khidmah:

Ketika Pelayanan Menjadi Jalan Derajat**


Dalam tradisi para ulama dan orang-orang saleh, khidmah bukan sekadar aktivitas membantu atau melayani. Khidmah adalah jalan pembentukan jiwa. Sebuah proses yang mengikis ego, menanamkan adab, dan membuka pintu-pintu kebaikan yang tak selalu terlihat oleh mata lahir.


Ungkapan hikmah “من حسنت خدمته عظمت كرامته” — Siapa yang membaguskan khidmahnya, niscaya besar pula kemuliaannya — menjadi pengingat bahwa segala bentuk pelayanan yang dilakukan dengan hati akan kembali kepada pelakunya dengan kemuliaan yang tak pernah sia-sia.


Khidmah Adalah Cermin Kerendahan Hati

Tidak ada khidmah tanpa kerendahan hati. Ia menuntut seseorang untuk menurunkan ego, meletakkan dirinya di bawah demi tujuan yang lebih mulia: melayani, membantu, dan memudahkan urusan orang lain.


Khidmah adalah latihan batin yang menumbuhkan adab. Di sinilah seseorang belajar menahan diri, menjaga sikap, serta mengutamakan manfaat bagi orang lain daripada dirinya sendiri.


Pelayanan yang Baik Menghadirkan Kemuliaan

Barangsiapa khidmah dengan baik, ia seakan sedang menyiapkan wadah kemuliaan untuk dirinya sendiri. Allah tidak pernah menelantarkan amal. Keringat yang menetes, tenaga yang habis, bahkan kesabaran yang terkuras demi pelayanan — semuanya akan kembali dalam bentuk penghargaan, doa yang baik, keberkahan hidup, dan kelapangan rezeki.


Sebaliknya, pelayanan yang dilakukan setengah hati hanya menghasilkan lelah tanpa berkah.


Khidmah Mengangkat Derajat di Hadapan Guru dan Sesama

Dalam dunia pesantren dan majlis ilmu, khidmah adalah maqam yang sangat tinggi. Banyak ulama besar tumbuh dari perjalanan panjang sebagai pelayan kebaikan: melayani guru, melayani tamu, melayani jamaah, dan melayani masyarakat.


Mereka tidak menjadi mulia karena kata-kata, tetapi karena diam-diam berkhidmah tanpa berharap pujian.


Di sinilah hikmah itu menemukan bentuknya: khidmah menumbuhkan kepercayaan, mewariskan adab, dan membuka pintu keberkahan yang lebih besar daripada ilmu yang dipelajari sekalipun.


Khidmah Adalah Jalan Orang Terpilih

Tidak semua orang diberi kesempatan untuk berkhidmah. Kesempatan untuk melayani adalah bentuk cinta Allah yang halus. Sebab melalui khidmah, seseorang ditempa menjadi pribadi yang lebih sabar, lebih matang, dan lebih paham bahwa hidup bukan tentang diri sendiri.


Pelayanan yang baik bukan hanya membuat orang lain merasa nyaman, tetapi juga meninggikan derajat pelakunya di sisi Allah dan manusia.


Penutup: Bekas Khidmah Tidak Pernah Hilang

Setiap khidmah yang dilakukan dengan niat yang bersih akan menciptakan ruang kemuliaan dalam hidup. Orang yang membiasakan diri dalam pelayanan akan mendapatkan pelayanan yang terbaik pula: dari manusia, dari alam, dan dari Allah sebagai Pemilik segala kemuliaan.


Pada akhirnya, hikmah “من حسنت خدمته عظمت كرامته” bukan sekadar kalimat indah, tetapi peta jalan bagi siapa pun yang ingin hidupnya penuh keberkahan dan dihormati karena akhlaknya.

Sabtu, 13 Desember 2025

ANAK EMASKU




Mbiyen ,aku duwe  murid jenengane Tajib  . Aku isih kemutan baen tekan siki, buke cathetaneisine mung  isine gambar mobil mobilan, angger ulangan kertas jawabane ora muni  slalune digambari nisan. Ana cap jempol ireng nang lembar jawabane. udu guder mangsi pulpen. Tapi oli.


Kuku-kukune tansah glepot. Ambune udu  wangi parfum, tapi mambu bensin campur panase srengenge.


Saben ulangan harian : Bijenane ya mung  40. ukuman wis kebal ...? ora paham. Urutane jafwal pelajaran  apamaning buku cathetane tansah   kewalik terus.


Aku sering negur: "Jib, wisuh ndisit sih tanganmu glopot sedurunge  mlebu pelajatan!" "Kowe  niyat sekolah ora sih? Kertas jawabane kotor kaya kiye kepriwe aku atep ngoreksine?"


Deweke mung  nyengir. "Ma'af  ngapunten sanget Pak Huda, wau nembe beneraken  rantai motor kanca teng parkiran."


Nalikane pas kuwe, sekolahan agi ana acara geden. Pentas Seni + Perpisahan Kelas 12 Madrasah Aliyah Sains Al Qur'an  Panggunge megah. Sound system  horag menggelegar. Tamu undangane penuh ngebeki tratagan.


Ujug -ujug ... PET! Mati listrik total. Genset sekolah watuk-watuk, terussne mati. Amleng. Panitiyane melu panik. Kepala Sekolah pucat. Teknisi sekolah tek goleti jere kanca wau mpun pamit sakit.


Acarane ngancem bakale bubar. Osing tir wiramg pidsm nek gagal total.


Nang kono setengah panike napak/ibi guru-guru...  arep nelpon bengkel tungkan, lan dspiturute, Aku weruh Tajob mlayu meng  mbiri panggung. Isih nganggo seragam batik, deeeke  mbukak jas almamatere.


Deweke njuran ndebrok  ngarep dandinge genset tua kuwemau. Ora mawi nganggo buku manual. Tanpa rumus fisika. Tangane sing "kotor" kuwe mlayu banter banget cepet trengginas  Mbukak klep, mutar baut, nyambung kabel sing pedhot.


Lambene komat-kamit. udu maca mantra, tapi nganalisa mesin. "Niku  carburetor-e banjir, Pak. Busi-ne uga kotor,"nylingak  ngakoni.


Lima menit sing dirasakna kayane koch en oli.se jam lewi. Njuran ngadeg. Keringate gpbyos pisan. Tangane tambah  kenang  jligen oli ireng tur kotor


Deweke  narik tuas genset sekuwat tenaga. Brum... BRUMMM!


Lampune  panggung murub  semlorot pisana! Sound system moni! Sing pada nang lapangan kemecap. "Hidup Tajul! Hidup Tajulk!"


Dina kiye, Tajib  sing bijenane 40 nang kertas... tapi siki oleh bijenan 1.000 ing kasunyatan urip.


Minggu wingi bar bagi rapot, mobil ku mogok nang dalan gede jalur aspal propinsi  . Mesin overheat. Asap ngebul. aku inggiraken golet parkir, bingung kudu telepon siapa.


Ujug-ujug- ana  mobil double cabin gagahmandeg nang ngarep parkiranku. Stiker templekane, sing monine "Tajib Engineering Solutions".


Njuran bocah mudun mbukan laeange mobil turun. Ucwh awake gagah tegap, rapi. Tapine pas deweke ngaseng salaman mumg aku ... aku ngrasa isih  kenal tekstur tangane sing kasar kaya kiye


"Pak Huda kan?"olehe  nyapa karo mbungkukaken awale nyambi  senyum. niku Tajib  siBocah "tangan oli" mau.


Sikine deweke  wis duwe bengkel gedhe lan dadi kontraktor mesin. Deweke beneraken mobilku ora nganti tekan 10 menit. Gratis.


Karo ngelapi tangane, deweke nuli ngomong : "Pak, matur nuwun nggih ." "Riyin Bapak mboten nate paring duka soal tangan kula ingkang cemeng." "Bapak manung nesu nekane  kula mboten ndamel  PR. Ananging Bapak mboten nate  ngina hobi kula."


"Pas Bapak ngendikani  'Tanganmu  niki emas' waktu benerna genset ganu... kuwe sing gawe kula wantun mbukak bengkel."


Aku mrebel mili nang  pinggir dalan arah baturaden mau. Udu merga  sedih. Tapine bangga monggok tekan ulu ati.


Fewek  sering nglalekaken Kecerdasan niku bentuke beda-beda. Ana sing cerdas ing ujung pena. Ana sing cerdas ing ujung obeng.


Menawa dinavkiye ana muridmu sing bijen tugase jeblok tapine jago benerna kipas angin... Aja dimatikan semangate. Sapa ngerti, tangan kotor dewekelah sing mengkone nulung  kaya kedadeyan awake dewek nalikane  mogok nangbndalan  panguripan.


Nate nduwe murid kang "akademike kurang" tapi "skill panguripane jago"? Absen di bawah!


_____Hudabrah Cakebasen ______

Selasa, 02 Desember 2025

Pelatihan Metode Keprmukaan



Pelatihan Metode Kepramukaantingkat  Kwartir Ranting Purwokerto Barat Bagi Ka Mabigus dan Pembina Gudep Tahun 2025 di Waha Wisata Candi Desa Karangemiri Kecamatan Karanglewas  telah berlangsung dengan penuh semangat. Pada kesempatan ini, peserta mendapatkan materi penting dan mendalam tentang Prinsip Dasar dan Metode Kepramukaan (PDK-MK) yang disampaikan oleh narasumber berpengalaman, Kak Ipda Yusup.Supriyadi, SH selaku Kapusdiklatcab Kendalisada

‎‎Materi ini menjadi salah satu inti dari keseluruhan pelatihan, mengingat prinsip dasar dan metode kepramukaan merupakan fondasi utama dalam seluruh aktivitas Pramuka, khususnya bagi Ka Mabigus selaku pemangku kebijakan di gugus depan. Dalam penyampaiannya, Kak Yusup Supriyadi , SH  menegaskan bahwa pemahaman terhadap PDK-MK bukan hanya bersifat teoritis, namun juga harus diwujudkan dalam tindakan nyata.

‎‎“Prinsip Dasar Kepramukaan adalah nilai-nilai yang menjadi dasar sikap dan perilaku seorang Pramuka, sedangkan Metode Kepramukaan yaiktu  cara mendidik yang khas dan membedakan Pramuka dengan organisasi kepemudaan lainnya,” jelas Kak Yusup Supriyadi, SH  kepada sekitar 160 peserta yang berasal dari berbagai pangkalan di Kwartir Ranting Purwokerto Barat.

‎‎Ia memaparkan bahwa tiga Prinsip Dasar Kepramukaan, yaitu Iman dan takwa kepada Tuhan Yang Maha Esa, peduli terhadap sesama dan alam sekitar, serta hidup tertib dan disiplin, harus menjadi pegangan hidup setiap Pramuka. Prinsip tersebut kemudian dijalankan melalui delapan metode kepramukaan, seperti sistem among, kegiatan yang menarik dan menantang, satuan kecil, belajar sambil melakukan, hingga sistem tanda kecakapan.

‎‎Suasana penyampaian materi berlangsung aktif dan dinamis. Kak Yusup Supriyadi dan Tim Pengembang Out Door  Menejemen Game tidak hanya menyampaikan teori, tetapi juga mengajak peserta berdiskusi melalui studi kasus dan praktik peran yang menekankan pentingnya pengamalan PDK-MK dalam kegiatan sehari-hari maupun dalam kepemimpinan.

‎‎“Metode Kepramukaan itu bukan sekadar kegiatan permainan atau jelajah alam. Tapi bagaimana melalui itu semua, karakter anak muda terbentuk: menjadi mandiri, bertanggung jawab, kreatif, dan peduli. Inilah kekuatan pendidikan kepramukaan,” lanjutnya.

‎‎Para peserta tampak antusias mengikuti sesi ini. Mereka  dengan cermat, bertanya dengan kritis, bahkan berbagi pengalaman saat mencoba menerapkan metode kepramukaan di gugus depan masing-masing. Banyak peserta merasa bahwa materi ini membuka wawasan baru dan memberikan pemahaman yang lebih utuh tentang peran mereka sebagai pemimpin muda.

‎‎Kegiatan LPK Kwarcab Purbalingga 2025 sendiri diselenggarakan selama tiga hari, yakni pada 1–3 Agustus 2025, bertempat di Bumi Perkemahan Munjuluhur, dan diikuti oleh peserta terpilih dari berbagai pangkalan. Kegiatan ini bertujuan membekali para Pramuka Penegak dengan pengetahuan, keterampilan, dan sikap kepemimpinan yang tangguh dan berkarakter.

‎‎Dengan penyampaian materi oleh Kak Yusup, diharapkan para peserta tidak hanya memahami prinsip dan metode kepramukaan secara teori, tetapi juga mampu menerapkannya secara konsisten dalam proses membina, memimpin, dan berperan aktif di tengah masyarakat. (Dimas Dwi Kurniawan)

 

NYELUK BOJO  SEKANG GUNDUKAN  DUKA

Dening Hudabrah Cakebasen 




Kisah Bojo sing ora tau pasrah nalika Adzan kang dadi pungkasane 


Angin subuh esuk mau rasane adem. Kabupaten sing winginane  ramai owaah dadi segar rereged, lumpur, lan debu. Tapi ing antarane ambu  lemah kang teles uga  suara mesin bego sing ngtaung ora liren, ana sawijine  swara sing justru paling alon sartane lembut ngungkuli glepung … nanging paling ngrasuk ati sing ngrugokna. Swara wong lanang, ngadeg ing antarane longsoran, ngangkat tangan, njuran  ambyar mecah swasana sing banget ademe  satengahe laut lumpur sing pancene wis banget apale merga kawit cilik kulinane ngapalna :

 “Allahu Akbar… Allahu Akbar…”

Jenenge Mas Sugianto. Lan saben  keprungu swara adzan sekang deweke nggawe  gemetar,  deweke ngundang siji jeneng  karo mbatin: Fitriyani  bojone mas giyanto, wong wadon sing dadi sisihane ing saben dinane ing ndalem kasepen kangggo ngurangimasak masike kahanan ndunya. Deweke gemiyen seringe guyon kawitane hal-hal sepele; rebutan remote TV, bengak bengok soal beceran saben wulan, kepara malah saling sindir sapa sing paling sering ngelalekna mateni rice cooker. Tapine kabeh mau sikine mung kayadene impen sing adoh banget kanggo dijamah maning.

Saben dinane mung dadi pengarep arep

Sapete dina kawiwitane bencana mau ngrenggut meh sekabehane, Mas Giyanto ora tau bali ngumah. Mripate abang kaya lagi beleken, klambine guder glepot lumpur, tangane lecet, tapi lambene  tansah teles ora oclat sekang lafadz swara adzan.

Akeh perkara kang urung bisa dingerteni.

“Pak, ngaso ndisit. Swara  bego sing ora leren leren.”

Tapi deweke malh mung karo mesem. Senyum sing meh pecah dadi tangis.

“Aku wedi… nekane mandeg  ngundang deweke, njuran dewkek ora krungu aku,” omonge sing  lirih.

Ing  tengah brisik swara  raungan ekskavator, jeritan keluarga layan, lan udan sing banget derese nganti prang pirang wengi sedawane seeminggu, deweke tetep ngadeg.Ora karo ngundangi “Fitri… Fitri…” kaya pengadatane bojo liyane.  nyeluki bojone sing ilang. Tapi deweke milih ukara paling suci sing  deweke mangerteni, ukara sing biasane kanggo nggugah umat  sing isih kangeten  banget kesele nyambut gawe saeben dinane, sing biasa kanggo nyatukaken barisan shalat.

Adzan.

Timbalan Kanggo Balik.

Deweke yakin, lamon swara manungsa ora bakal gutul, swara ngibadah mampu nembus panggonan sing oara bakal bisa kejangkau.

Katresnan sing ora nggawe pasrah 

Dina kaping papat, pawongan  relawan medhek karo nahan luh.

“Pak, apa sing bisa nggawe bapake kuwat tekan siki?”

Mas Sugiyanto mandeng puing-puing sing saya suwe tansaya anyep. “Merga aku tau janji… nresnani nganti tekane pati. Tapine aku ora tau mandheg nresnani sapungkase kuwe .”

Deweke ora perduli awakke nggigil. Ora peduli swara entek nganti serak, karepku bisa keprungu pecah. Kanggo deweke, saben adzan sing tek untabakna kanggo pengikat, tali tlampar sing deweke balangna aring  pepetenge ati supaya bisa meokna cahya kang hilang.

Ana sing ngomong kuwe mung sia-sia.

Ana sing ngucap kuwe donga paling endah sing nate keprungu.

Akhire  kang kanggo nyewek Jiwa

Nalika dina, srengenge justru krasa paling peteng, kabar mau tekan.

Tim nemokna  Fitriyani.

Awak sing ganu tansah nyiapaken kopi panas saben esuk …

Tangan sing ganu tansah mberna krah klambiku 

Pipi sing tau tkesipu nalika  dilamar nang sangarep rumah wong tuwamu…

Siki  anteng meneng tur kaku sing bisa nggawe kabeh wong sing weruh pada ndingkluk.

Mas Sugiyanto ora semaput. Ora njerit. Deweke mung njagong nheprok nag lemah, ngrangku awang awang sing hampa. Terus, kanggone sing pungkasan, deweke mbalik  ngadzani. alon alon. ora nggo ngundang sholat ningen kanggo  ngelosna .

“La ilaha illallah…”

Banyu luh  kang tumetes, tanpa swara.

Ana tresna sing isih bisa dislamatna ing ndalem panguripan.

Ana katresnan sing mung bisa bisa direngkuh ing ndalem dunga.

Wong-wong ing  sekitar melu nahan isak tangis. Ora ana ukara sng cocok kanggobe nglipur bojo sing wis menehe segalane — awak, wektu, swara, bahkan keputus-asaan — demi nggoleti belahan jiwan.

Katresna ora tahu oclat lunga

Kisahe viral. Foto deweke ngadheg ing  antara puing klawan tangan ngangkat wis beredar meng ngendi ora. Akeh sing nangis, akeh sing ndongakna, akeh sing njinggleng meneng suwe bar ngrungokna crita merga dadane ngrasakna sesak.

Lan wengi kuwe, bar dikubur rampung, Mas Sugiyanto nlisik ing makam sing isih teles:

“Nekan mengko aku bisa turu  maning… benlah swara adzanku  bisa mbatiri awakmu.”

Ana katresnan sing ora butuh seksi.

Ana katresnan sing ora arep nuntut akhir bahagia.

Ana katresnan sing, bahkan sewise  dipisahna dening lemah  lan nasib, isih terus urip ing ndalem swara lirih  bojo sing ngundangi sekang antarae gundhukan  duka.

Kadang, katresnan paling setia udu babagan saling nduweni.

Tapi merga ora tau mandheg nggoleti, bahkan nalikane deweke ngerteni sing sampeyan dan aku goleti ora bakal bisa bali.


#kisah_nyata

#viral_longsor_Majenang 

#bencana_alam

Kamis, 27 November 2025

MGMP BASA PANGINYONGAN


 Sugeng rawuh

Sugeng pitepangan

Menika Forum Musyawarah Guru Mata Pelajaran Bahasa Jawa Panginyongan  SMAN/S-MA  Kutha Banyumas. Muga-muga saged migunani tumrap liyan. Nuwun 🙏🏻

enjang menika slasa pahing,  11 November 2025 manggen wonten ingbaula SMA Negeri Jatilaeang saweg kalampahsken MGMP BasacJawa Panginyongan SMA-MAKab Banyumas

Adicara dipun wiwiti dening Kepala SMA NegervJatilawan Bapak Eko M.Pd kanthi menehi pitutur luhur kangge nyengkuyung pawiyatan menika katerasaken pamedar sabda saking ibu minaka sesepuh kang mandegani MGMP menika 

Sabtu, 08 November 2025

JIKA CINTA ADALAH PRAMUKA


JIKA CINTA ADALAH PRAMUKA

Kak Hudabrah Cakebasen

Pusdiklatcab Kendalisada





 Jika cinta adalah Pramuka maka kamu adalah api unggun yang slalu kutunggu berulang kali melihatnya namun  tak bosan menyambanginya seperti halnya sandi rumput yang penuh misteri aku melihat itu dari sorot matamu kedalama relung yang memikat  misteri, namun membuatku jadi tambah penasaran aku berharap disuatu saat  nanti cita citamu seperti phionering yang kokoh seerat simpul jerat dan ikatan pangkal menghubungkan dua tali yang  saling mengikat. 

Kamis, 06 November 2025

BIVAK

 

Bivak: Tempat Berteduh Simpel Penyelamat Petualang

 

  

 

Oleh Kak HUDABRAH CAKEBASEN

PUSDIKLTATCAB KENDALISADA

 

Dalam dunia petualangan alam bebas, ada satu istilah yang sering muncul namun belum tentu dipahami oleh semua orang, terutama pemula: bivak. Meski terdengar sederhana, bivak bisa menjadi penyelamat dalam kondisi darurat dan faktor penting dalam keselamatan pendakian. Lalu, apa sebenarnya bivak itu, dan mengapa penting untuk dikenali?

Apa Itu Bivak?

Secara umum, bivak (bivouac) adalah tempat berteduh sementara di alam bebas yang dibangun secara sederhana untuk melindungi diri dari cuaca dan kondisi lingkungan. Fungsinya mirip tenda, namun lebih ringan, praktis, dan tidak selalu berbentuk tetap.

Bivak bisa dibuat dari:

Ø Flysheet atau terpal

Ø Ponco milik pendaki

Ø Material alam, seperti dedaunan besar dan ranting

Ø Atau menggunakan bivvy bag modern (kantung tidur tahan air)

Jenis-Jenis Bivak

1. Bivak Alam

Dibuat dari elemen yang ada di sekitar, seperti batu besar, pohon, dan ranting. Biasanya digunakan dalam keadaan darurat saat tidak membawa peralatan lengkap.

2. Bivak Buatan

Menggunakan alat seperti flysheet, pasak, tali, dan trekking pole. Ini adalah bentuk bivak yang lebih terencana dan cukup umum di kalangan pendaki.

3. Bivak Permanen (Shelter)

Beberapa jalur pendakian menyediakan bivak shelter berupa bangunan sederhana yang bisa digunakan pendaki untuk beristirahat. Biasanya terbuat dari kayu, seng, atau beton.

Kapan dan Kenapa Menggunakan Bivak?

Bivak digunakan dalam berbagai kondisi, seperti:

Darurat, saat tidak sempat atau tidak bisa mendirikan tenda

Cuaca buruk, seperti hujan deras atau angin kencang

Keterbatasan perlengkapan, terutama saat mendaki secara minimalis atau ultralight

Pendakian singkat atau ekspedisi teknis, di mana mobilitas cepat lebih diutamakan

Keunggulan bivak adalah ringan dan cepat didirikan, namun ia juga memiliki kekurangan seperti perlindungan yang terbatas dari angin, hujan, atau suhu dingin.

Tips Mendirikan Bivak yang Aman dan Efektif

1. Pilih lokasi terlindung, hindari daerah terbuka yang rawan petir atau angin kencang.

2. Gunakan tanah yang rata dan kering, jauh dari jalur air atau lereng curam.

3. Manfaatkan alam sekitar, seperti batu besar atau pepohonan sebagai pelindung tambahan.

4. Pastikan ventilasi, agar tidak terjadi kondensasi yang membuat dalam bivak lembap.

5. Ikuti prinsip Leave No Trace, jangan merusak alam saat membuat bivak.

Kesimpulan

Bivak mungkin tampak sederhana, tapi keberadaannya bisa sangat krusial di saat genting. Bagi para pendaki dan petualang sejati, mengenal cara membuat dan menggunakan bivak bukan sekadar pengetahuan tambahan, tapi bagian dari keterampilan bertahan hidup di alam.

Jadi, sebelum memulai petualangan berikutnya, pastikan kamu sudah memahami cara mendirikan bivak dan memiliki perlengkapan dasar seperti flysheet atau ponco yang bisa diandalkan kapan saja.